Pelumas dan bahan bakar adalah dua elemen utama dalam menjaga kinerja mesin. Namun, kebersihan kedua komponen ini sering kali diabaikan dalam pengoperasian sehari-hari. Kontaminasi dalam oli dapat menyebabkan pengendapan partikel yang merusak bagian-bagian mesin, sementara bahan bakar yang tercemar dapat mempengaruhi pembakaran yang efisien. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pada pelumas dan bahan bakar sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja mesin dan mencegah masalah jangka panjang. Ada beberapa metode yang dikembangkan dari analisa cleanliness antara lain :
1. Gravimetri (ISO 4405:1991 Hydraulic fluid power -- Fluid contamination -- Determination of particulate contamination by the gravimetric method)
• Mengidentifikasi total massa kontaminan
• Tidak dapat membedakan ukuran partikel
• Tidak cocok untuk pelumas yang bersih

2. Optical Microscope (ISO 4407:2002 Hydraulic fluid power-fluid contamination-Determination of particulate contamination by the counting method using an optical microscope
• Preparasi sampel : lingkungan terkendali (ISO class 5 atau lebih baik)

• Identifikasi partikel secara visual
• Perhitungan dilakukan secara statistik berdasarkan ISO 4407:2002
• Resolusi & akurasi : sistem optical microscope yang digunakan & kemampuan analis

3. Automatic Particle Counting (ISO 11500:08 Hydraulic fluid power-determination of the particulate contamination level of a liquid sample by automatic particle counting using the light extinction principle)
Prinsip : Light Extenction : Pengurangan intensitas cahaya yang melewati sejumlah volume sampel yang disebabkan oleh interaksi cahaya dengan partikel tunggal

- Hasil pengukuran dapat di print langsung
- Hasil pengukuran dapat berdasarkan ISO 4406, SAE AS4059E Table 1 (NAS 1638) dan SAE AS4059E Table 2 classes
- Daya tampung memori lebih dari 4000 kali pengukuran
- Pengoperasian dapat dilakukan pada tekanan rendah dan tinggi
Tekanan rendah (Clear Hose) 0-7 bar (100 psi)
Tekanan tinggi (Black Hose) 4-420 bar (6000 psi)

4. Filter Blockage (ISO 21018-3 Hydraulic fluid power- Monitoring the level of particulate contamination of the fluid- Part 3 : Use of the filter blockage technique)
• Online & on-site test
• Tidak terpengaruh dengan sampel berwarna gelap, kadar air tinggi dan gelembung udara

• Tidak dapat memberikan distribusi ukuran partikel

Kebersihan pelumas dan bahan bakar bukanlah hal yang bisa diabaikan jika ingin menjaga kinerja mesin yang optimal dan memperpanjang umur pakainya. Melalui analisis kebersihan secara berkala, kita dapat mendeteksi kontaminasi yang dapat merusak mesin dan mempengaruhi efisiensinya. Dalam jangka panjang, investasi dalam analisis ini akan membawa manfaat besar dalam hal penghematan biaya, keandalan mesin, dan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Dengan menjaga kebersihan pelumas dan bahan bakar, kita bukan hanya melindungi mesin, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara keseluruhan. Jadi, jangan remehkan kebersihan dalam sistem pelumas dan bahan bakar – itu adalah kunci untuk kinerja mesin yang optimal.
Referensi :
• ISO 4407: 2002 (Hydraulic fluid power-Fluid contamination-Determination of particulate contamination by the counting method using an optical microscope)
• ISO 21018-3:08 (Hydraulic fluid power-Monitoring the level of particulate contamination of the fluid- Part 3. Use of the filter blockage technique
• ISO 11500:2008 (Hydraulic fluid power-Determination of the particulate contamination level of a liquid sample by automatic particle counting using the light extinction principle)